Pigmentasi Adalah..

Permasalahan pada pigmen kulit, baik yang berupa melasma, freckles dan sebagainya, tentu akan sangat mengganggu penampilan kulit. Mengapa ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Warna kulit kita ditentukan oleh zat warna kulit yang disebut dengan pigmen. Kelainan pigmen yang dikenal dengan melanosis terbagi menjadi dua bagian; hipermelanosis dan hipomelanosis.

HIPERPIGMENTASI (PIGMENTASI)
Yang akan menjadi pembahasan kali ini adalah mengenai hipermelonosis. Hipermelanosis disebut juga hiperpigmentasi (pigmentasi). Disebut hiperpigmentasi karena terjadi peningkatan produksi pigmen melanin atau peningakatan jumlah sel melanosit.

Untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai pigmentasi ini, sebaiknya kita juga mengenal warna kulit manusia yang terjadi menjadi enam tipe. “Kulit tipe VI sangat mudah menjadi gelap, namun kulit tipe I lebih mudah terbakar, hal ini disebabkan kerena kulit tipe VI memiliki sel melanosit yang lebih banyak, sehingga memiliki faktor proteksi yang lebih baik terhadap sinar matahari dan kemungkinan terbentuknya sunburn lebih sulit. Tetapi, kulit tipe VI juga memiliki kemungkinan menjadi hitam lebih cepat, karena terangsangnya pigmentasi akibat jumlah pigmen yang banyak“.

Usia sangat mempengaruhi timbulnya masalah pigmentasi pada kulit. Inseden terbanyak penderita pigmentasi terjadi pada usia 30-44 tahun. “Masalah pigmentasi juga ternyata lebih sering dijumpai pada wanita. Perbandingannya adalah 10:1 sampai 24:1”.

Pigmentasi juga disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari sinar ultraviolet yang dapat memacu melanogenesis. Hormonal, estrogen, progesterone, dan melanin stimulating hormone (MSH), baik pemakaian pada pil kontrasepsi maupun kehamilan.

Obat-obatan tertentu seperti, defenil hidantoin, minosiklin, klorpomazin dan sitostatik juga dapat menyebabkan pigmentasi. Begitu pula dengan kosmetika yang mengandung parfum, zat pewarna dan bahan tertentu yang dapat menyebabkan fotosensitifitas. Selain itu, faktor ginetik dan ras juga sangat menentukan. Untuk genetik,  20-70 persen dari kasus yang ada, didapatkan riwayat yang sama pada keluarga mereka. Sedangkan ras, sering terjadi pada orang dengan golongan kulit berwarna gelap”.

DARI MELASMA SAMPAI HIPERPIGMENTASI PASCAINFLAMASI
Dalam praktinya sehari-hari banyak beberapa kasus pigmentasi, seperti melasma, yang faktor kausatifnya adalah sinar UV, hormon (kontrasepsi), genetik, obat-obatan, ras maupun kosmetik. Jenis lain adalah fleckles yang biasanya diturunkan secara dominan autosomal, lentigo senilis yang sering terbentuk pada orang tua, lentiginosis yang sering berhubungan dengan faktor genetik, dan melanosis RIEHL yang diduga disebabkan karena bahan pewangi dan kosmetik.

Ada pula bentuk perubahan warna yang disebabkan karena logam (argiria, bismuth, merkuri dan emas) ataupun obat-obatan (klorpromasi, klofazimin dan karoten). “Jenis lain adalah hemokromatosis yang banyak ditemui pada penderita diabetes militus dan hati, dan adapula yang disebut dengan hiperpigmentasi pascainflamasi“.

Dari semua jenis diatas, cukup sulit menentukan mana yang berat dan mana yang lebih ringan, karena sangat tergantung pada faktor kausatif kelainan dan berat ringannya. “Biasanya, kelainan yang bersifat genetic akan lebih sulit disembuhkan sehubungan adanya kecenderungan bersifat residif“.

PENCEGAHAN DAN PERAWATAN                                                                                                             

Pencegahan masalah pigmentasi tentunya sangat bergantung pada faktor penyebabnya. Ada pigmentasi yang dapat dicegah, ada pula yang tidak. Pada praktik sehari-hari pencegahannya yang sering disarankan adalah terutama sekali mencegah paparan sinar matahari yang sangat berlebihan dengan menggunakan tabir surya. Selain itu, batasi pula pengguanaan kosmetik secara sembarangan, dan pengaturan alat kontrasepsi hormonal.

Sedangkan untuk perawatannya, juga tergantung pada berat dan ringannya pigmentasi. “Secara umum, kita bisa menyarankan kepada pasien untuk menggunakan tabir surya serta beberapa agen pigmentasi seperti hidrokuinon, arbutin, kojic acid, licorice extract, vitamin C dan E, alpha hydroxyl acid (AHA) dan beta hydroxyl acid (BHA), serta resolsinol“.

Jika didapatkan kelainan pigmentasi yang sulit dihilangkan dengan berbagai agen dipigmentasi di atas, dapat diberikan perawatan tambahan seperti peeling (pengelupasan) kimiawi, anti oksidan oral dan laser. Penggunaan perawatan tambahan ini harus dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan keadaan kelainan yang ditemukan, misalnya untuk freckles dan lentigo senilis yang resisten terhadap terapi topikal, dapat menggunakan laser sebagai perawatannya.

6 TIPE KULIT

  1. Tipe I : Putih pucat tidak mudah menjadi cokelat, mudah terbakar.
  2. Tipe II : Putih tidak mudah menjadi cokelat, mudah terbakar.
  3. Tipe III : Putih menjadi cokelat setelah terpapar sinar matahari
  4. Tipe IV : Cokelat muda mudah menjadi cokelat
  5. Tipe V   : Cokelat mudah menjadi cokelat
  6. Tipe VI : Hitam mudah menjadi lebih gelap

Aesthetic+

8725 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.